Dalamperkembangan selanjutnya tentu masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan Yajña, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:16). Referensi: Sudirga, Ida Bagus dan Yoga Segara, I Nyoman. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Untuk SMA/SMK Kelas X (cetakan ke-1). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Sebagaitanda bahwa sirkulasi dan perfusi sudah baik adalah telapak tangan atau kaki hangat, merah dan kering (sebagai kebalikannya pada waktu defisit dingin, kelabu dan lembab). 6. Bila dapat dipasang CVP kateter, maka dilakukan "5-2 fluid challenge. sampai hemodinamik terbaik dengan CVP yang optimal. KUIS: 1. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan catur marga ! 2. Coba Anda sebutkan bagaimana ciri-ciri Bhakti jelaskan ! 3. Sebut dan jelaskan bagian dari astangga yoga ! 4. Jelaskan apakan yang dimaksud dengan bhakti marga dan jnana marga ! 5. Coba anda berikan penjelasan tentang karma marga dan yoga marga ! Tekundan taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut. Peduli terhadap penderitaan yang dialami orang lain. Contoh sikap yang mencerminkan sila kelima pancasila adalah sebagai berikut: Adapun contoh sikap yang sesuai sila kelima pancasila dalam ketetapan tersebut ialah meliputi tindakan berikut ini: Source: More.. Namun krisis multidimensi ditandai oleh makin pudarnya integrasi nasional, "konflik sosial yang berkepanjangan, berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam pergaulan sosial, melemahnya gvZP. Yoga memiliki banyak manfaat mulai dari melatih konsentrasi hingga memperbaiki postur tubuh. Namun, olahraga ini berisiko menimbulkan cedera apabila gerakan yoga yang dilakukan kurang tepat. Bagi Anda yang ingin mencoba melakukan yoga, mengetahui posisi yoga yang tepat dapat membantu Anda mendapatkan manfaat olahraga ini secara maksimal. 12 Gerakan yoga yang bisa dicoba Berikut ini cara tepat melakukan 12 pose yoga yang bisa Anda ikuti. 1. Mountain Mountain pose yoga Meski terlihat sederhana, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan dalam melakukan gerakan yoga ini. Berikut ini adalah cara tepat melakukan pose yoga mountain. Berdiri dan posisikan jari kaki Anda menyentuh lantai dengan sempurna. Posisikan tumit sedikit terpisah atau lebih lebar jika itu lebih nyaman bagi Anda. Letakkan lengan lurus pada bagian samping tubuh. Tegakkan tubuh dan luruskan tulang punggung secara sempurna. Tarik pundak ke bawah dan lebarkan tulang selangka. Jaga kepala tetap sejajar dengan bahu jangan ditarik ke belakang atau ke depan, serta pastikan dagu Anda sejajar dengan lantai. Posisikan panggul dan punggung berada dalam posisi lurus. Tahan pose ini selama 30 detik hingga 1 menit. 2. Downward Facing Dog Pose yoga downward facing dog Gerakan yoga yang satu ini bermanfaat untuk tubuh bagian atas dengan meregangkan lengan, dada, kaki, dan otot punggung. Untuk melakukannya secara tepat, ikuti langkah-langkah berikut Memposisikan tubuh seperti merangkak dengan jari kaki menempel ke lantai. Pastikan posisi lutut berada di bawah pinggul dengan telapak tangan sedikit di depan bahu. Buang napas dan mulai luruskan kaki, dilanjutkan dengan menempelkan tumit pada lantai. Angkat tulang duduk Anda ke atas, dan dorong tumit semakin menapak lantai. Tekan sedikit telapak tangan Anda ke matras dan perlahan luruskan lengan saat Anda menarik bahu ke bawah. Rilekskan kepala Anda, dan cobalah memposisikannya berada di antara lengan atas Anda. Tahan selama 1-3 menit. 3. Plank Posisi plank yoga Dari pose yoga downward facing dog, turunkan badan Anda ke arah depan dengan lengan lurus hingga posisinya tegak lurus dengan lantai. Pastikan posisi telapak tangan Anda tepat di bawah bahu. Selanjutnya, lebarkan tulang selangka, tarik pundak ke bawah, dan lihat lurus ke bawah di lantai. Tahan selama 30 detik hingga 1 menit. Pose plank akan membantu Anda membangun lengan, pergelangan tangan, dan otot inti yang lebih kuat. 4. Upward facing dog Posisi upward facing dog Pose yoga ini juga dapat memperbaiki postur tubuh bagian atas. Berikut gerakannya yang tepat Posisikan tubuh Anda berbaring telungkup, kaki lurus dengan bagian atas kaki menempel di lantai. Tekuk siku dan letakkan telapak tangan di lantai samping pinggang Anda. Tekan telapak tangan Anda untuk mengangkat tubuh dan bagian atas kaki Anda dari tanah. Tarik pusar Anda ke arah tulang belakang untuk mengencangkan otot perut Anda. Lanjutkan dengan menarik pundak ke belakang dan angkat dada dengan lembut ke arah langit-langit tanpa menegangkan leher. Tahan selama 15-30 detik. 5. Warrior one Gerakan yoga warrior Gerakan yoga warrior one berperan dalam melatih otot tubuh bagian bawah dan meningkatkan stamina dan keseimbangan. Untuk melakukannya secara benar, ikuti langkah berikut ini. Dimulai dengan pose Mountain, rentangkan kaki Anda hingga sekitar 100 cm atau 3-4 kaki. Angkat lengan ke atas dengan posisi telapak tangan saling berhadapan. Geser bahu Anda ke punggung. Balikkan kaki kanan 90 derajat, dan kaki kiri Anda 45 derajat ke kanan. Putar tubuh ke kanan, arahkan panggul ke arah kaki kanan. Tekuk lutut kanan dengan posisinya yang sejajar dengan pergelangan kaki. Lengkungkan punggung atas dengan lembut, tetapi jangan biarkan kepala Anda jatuh ke belakang. Tahan selama 30 detik hingga 1 menit, lalu pindah sisi. 6. Warrior two Pose warrior two dalam yoga Sama seperti pose warrior one, lebarkan kakimu sepanjang 3-4 kaki. Angkat lengan ke samping dengan telapak tangan menghadap ke arah bawah. Balikkan kaki kiri Anda 90 derajat dan kaki kanan sedikit ke kanan. Lalu, tekuk kaki kiri 90 derajat, perhatikan posisi lutut harus sejajar dengan pergelangan kaki. Tekan bagian luar tumit kaki kanan ke lantai dan rentangkan tangan, biarkan badan tubuh Anda terpusat. Tengokkan kepala ke kiri dan lihat ke arah jari-jari Anda. Tahan selama 30 detik hingga 1 menit, lalu pindah sisi. 7. Tree Pose yoga tree Gerakan yoga tree diawali dengan Anda melakukan pose mountain dengan tangan ditangkupkan di depan dada. Setelah itu, lakukanlah langkah berikut ini. Berdiri dengan posisi telapak kaki rata di atas lantai dengan berat badan di distribusikan merata di keempat sudut baik di kaki kiri maupun kanan Setelah itu, distribusikan berat badan Anda ke kaki kanan, dan angkat kaki kiri Anda dari atas lantai Tekuk lutut kiri Anda dan letakkan telapak kaki kiri di bagian dalam paha sebelah kanan Tekan telapak kaki Anda kiri Anda ke paha kanan agar risiko cedera pinggul dapat berkurang Tekan kedua telapak tangan Anda di depan dada Fokuskan pandangan Anda ke suatu benda yang tidak bergerak untuk membantu menjaga keseimbangan Anda Ambil napas 5-10 kali, lalu turunkan kaki kiri Anda dan lakukan hal yang sama dengan kaki kanan Anda. 8. Chair Chair pose dalam yoga Lakukan pose ini untuk memperkuat tubuh bagian inti dan bawah saat Anda meregangkan tubuh bagian atas. Dimulai dengan pose mountain, angkat lengan ke atas kepala dan posisikan telapak tangan saling berhadapan atau menyentuh. Tekuk lutut serendah yang Anda bisa lakukan, dan condongkan tubuh sedikit ke depan, lalu pertahankan lutut dan mata kaki saling menempel. Tarik bahu ke bawah, dan tahan selama 30 detik hingga 1 menit. 9. Butterfly Pose yoga butterfly Untuk melakukan gerakan yoga butterfly, ikuti tahap-tahap berikut ini. Mulailah dengan duduk di atas matras yoga atau lantai dengan posisi kaki dan tangan di lantai dan punggung tegak Sambil mengatur napas, tekuk lutut Anda dan tempatkan tumit agar dekat dengan area tulang panggul Letakkan lutut secara perlahan ke lantai dan sentuhkan tumit kiri dan kanan Genggam pergelangan kaki Anda Tahan posisi ini selama 3 hingga 5 menit. Anda akan merasakan regangan yang baik di punggung bagian bawah, paha bagian dalam, dan pinggul Anda 10. Reclining spinal twist Pose reclining spinal twist dalam yoga Pose yoga ini bermanfaat untuk punggung, pinggul, dan leher Anda. Pertama, berbaringlah dengan lengan ke samping sehingga tubuh Anda membentuk huruf T. Tekuk lutut kanan Anda dan perlahan posisikan jari-jari kaki kanan pada lutut kiri Anda. Jaga bahu Anda tetap rata dan menempel sempurna di lantai, jatuhkan lutut kanan ke sisi kiri tubuh Anda, posisi ini akan menarik otot bagian bawah punggung dan pinggang. Tengokkan kepala ke kanan dan lihat ujung jari-jari Anda. Tahan hingga 10 napas, lalu pindah sisi. 11. Bridge Pose yoga ini fokus pada bagian punggung bawah, kaki, dan otot inti. Pertama, berbaringlah telentang dengan posisi lengan di sisi tubuh, telapak tangan ke bawah, lutut ditekuk, dan tumit Anda mendekat ke belakang. Bridge yoga pose Tekan pinggul Anda hingga paha sejajar dengan lantai, dan angkat menggunakan tangan dari bagian bawah tubuh. Dorong lutut ke arah depan dan tarik tulang kemaluan ke arah pusar. Angkat sedikit dagu, geser pundak ke bawah, dan lebarkan tulang selangka. Tahan 30 detik hingga 1 menit, lalu perlahan-lahan turunkan pinggul Anda kembali ke lantai. 12. Child's pose Child pose yoga Child’s pose merupakan sebuah pose istirahat yang dapat dengan lembut meregangkan pinggul, punggung bagian bawah, dan leher. Langkah yang perlu Anda mulai adalah dengan berlutut di lantai dengan jari-jari kaki menyentuh lantai. Duduklah di tumit, dengan posisi lutut selebar pinggul. Lanjutkan dengan membaringkan badan Anda menelungkup di antara paha Anda. Biarkan lengan Anda berbaring di lantai di sisi Anda, tangan di samping pinggul, telapak tangan mengarah ke atas. Biarkan bagian belakang atas tulang kepala Anda menarik dan menjauh dari leher, dan biarkan berat bahu Anda menarik tulang belikat lebar-lebar. Tahan dari 30 detik hingga 3 menit. Setelah mengetahui gerakan yoga yang tepat, Anda dapat mempraktikannya saat berolahraga. Anda juga dapat mengikuti kelas yoga yang saat ini telah banyak dibuka. Selamat mencoba, semoga sehat selalu. Baca Juga6 Protein Powder Ini Bantu Bentuk Massa Otot PriaCara Mengatasi Stres yang Dapat Dibiasakan SendiriMengenal HIIT, Olahraga yang Bakar Banyak Kalori dalam Waktu Singkat Catatan dari SehatQ Dengan melakukan gerakan yoga yang benar, maka risiko Anda mengalami cedera saat melakukan olahraga ini bisa berkurang. Yoga adalah olahraga yang dapat melatih kelenturan, memperbaiki postur tubuh, hingga membantu menurunkan berat badan dan menenangkan pikiran. Beberapa jenis yoga bahkan bisa membantu meredakan penyakit tertentu, termasuk gangguan persendian hingga pencernaan. Sehingga, memahani gerakan dasar yoga seperti di atas bisa menjadai tahap awal untuk menguasi berbagai jenis yoga lainnya. MUTIARAHINDU — Dalam menjalankan yoga ada tahap-tahap yang harus ditempuh yang disebut dengan Astāngga yoga. Maksudnya adalah delapan tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan yoga. Adapun bagian-bagian dari Astāngga yoga yaitu yama pengendalian diri unsur jasmani, nyama pengendalian diri unsur-unsur rohani, asana sikap tubuh, pranayama latihan pernafasan, pratyahara menarik semua indrinya ke dalam, dharana telah memutuskan untuk memusatkan diri dengan Tuhan, dhyana mulai meditasi dan merenungkan diri serta nama Sang Hyang Widhi Wasa, dan samadhi telah mendekatkan diri, menyatu atau kesendirian yang sempurna atau merealisasikan diri. Di bawah ini dijelaskan bagian-bagian dari Astāngga yoga yang dimaksud antara lain sebagai berikut. image wayannaya4 Baca Sang Hyang Widhi Tuhan dalam Ajaran Yoga dan Contoh Praktik Sikap-sikap Yoga 1. Yama Panca Yama Brata Panca Yama Brata adalah lima pengendalian diri tingkat jasmani yang harus dilakukan tanpa kecuali. Gagal melakukan pantangan dasar ini maka seseorang tidak akan pernah bisa mencapai tingkatan berikutnya. Penjabaran kelima Yama Bratha ini diuraikan dengan jelas dalam patanjali yoga sūtra – 39. a Ahimsa atau tanpa kekerasan. Jangan melukai mahluk lain manapun dalam pikiran, perbuatan atau perkataan Patanjali Yoga Sūtra b Satya atau kejujuran/kebenaran dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, atau pantangan akan kecurangan, penipuan dan kepalsuan Patanjali Yoga Sūtra c Astya atau pantang menginginkan segala sesuatu yang bukan miliknya sendiri. Atau dengan kata lain pantang melakukan pencurian baik hanya dalam pikiran, perkataan apalagi dalam perbuatan Patanjali Yoga Sūtra Mudana dan Ngurah Dwaja, 201416. d Brahmacarya atau berpantang kenikmatan seksual Patanjali Yoga Sūtra e Aparigraha atau pantang akan kemewahan; seorang praktisi yoga yogin harus hidup sederhana Patanjali Yoga Sūtra 2. Niyama Panca Niyama Bratha Panca Yama Brata adalah lima pengendalian diri tingkat rohani dan sebagai pendukung dari pantangan dasar sebelumnya diuraikan dalam Patanjali Yoga Sūtra aSauca, kebersihan lahir batin. Lambat laun seseorang yang menekuni prinsip ini akan mulai mengesampingkan kontak fisik dengan badan orang lain dan membunuh nafsu yang mengakibatkan kekotoran dari kontak fisik tersebut Patanjali Yoga Sūtra Sauca juga menganjurkan kebajikan sattvasuddi atau pembersihan kecerdasan untuk membedakan hal-hal berikut. Saumanasya atau keriangan hati, Ekagrata atau pemusatan pikiran, Indriajaya atau pengawasan nafsu-nafsu, Atmadarsana atau realisasi diri Patanjali Yoga Sūtra bSantosa atau kepuasan. Hal ini dapat membawa praktisi yoga ke dalam kesenangan yang tidak terkatakan. Dikatakan dalam kepuasan terdapat tingkat kesenangan transendental Patanjali Yoga Sūtra c Tapa atau mengekang. Melalui pantangan tubuh dan pikiran akan menjadi kuat dan terbebas dari noda dalam aspek spiritual Patanjali Yoga Sūtra d Svadhyaya atau mempelajari kitab-kitab suci, melakukan japa pengulangan pengucapan nama-nama suci Tuhan dan penilaian diri sehingga memudahkan tercapainya “istadevata-samprayogah, persatuan dengan apa yang dicita-citakannya Patanjali Yoga Sūtra e Isvarapranidhana atau penyerahan dan pengabdian kepada Sang Hyang Widhi yang akan mengantarkan seseorang kepada tingkatan samadhi Patanjali Yoga Sūtra Dengan menempuh jalan kebaikan bukan berarti seseorang dengan sendirinya dilindungi terhadap kesalahan yang bertentangan. Jangan menyakiti orang lain belum tentu berarti perlakukan orang lain dengan baik. Kita harus melakukan keduanya, tidak menyakiti orang lain dan sekaligus melakukan keramahtamahan, Mudana dan Ngurah Dwaja, 201417. Baca Mengenal dan Manfaat Ajaran Yoga Dalam Agama Hindu 3. Asana Asana adalah sikap duduk pada waktu melaksanakan yoga. Buku Yogasutra tidak mengharuskan sikap duduk tertentu, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada siswa sikap duduk yang paling disenangi dan relaks, asalkan dapat menguatkan konsentrasi dan pikiran, dan tidak terganggu karena badan merasakan sakit akibat sikap duduk yang dipaksakan. Selain itu sikap duduk yang dipilih agar dapat berlangsung lama, serta mampu mengendalikan sistem syaraf sehingga terhindar dari goncangan-goncangan pikiran. Sikap duduk yang relaks antara lain silasana bersila bagi laki-laki dan bajrasana bersimpuh, menduduki tumit bagi wanita, dengan punggung yang lurus dan tangan berada di atas kedua paha, telapak tangan menghadap ke atas. Baca Etika Dalam Mempelajari Yoga Menurut Agama Hindu 4. Pranayama Pranayama adalah pengaturan nafas keluar masuk paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan prana energi ke seluruh tubuh. Pada saat manusia menarik nafas mengeluarkan suara So, dan saat mengeluarkan nafas berbunyi Ham. Dalam bahasa Sansekerta So berarti energi kosmik, dan Ham berarti diri sendiri saya. Ini berarti setiap detik manusia mengingat diri dan energi kosmik. Pranayama terdiri dari puraka yaitu memasukkan nafas, kumbhaka yaitu menahan nafas, dan recaka yaitu mengeluarkan nafas. Puraka, kumbhaka dan recaka dilaksanakan pelan-pelan bertahap masing-masing dalam tujuh detik. Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada dalam tubuh manusia yaitu muladhara yang terletak di pangkal tulang punggung di antara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak di atas kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di jantung, vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak di tengah-tengah kedua mata, dan sahasrara yang terletak di ubun-ubun, Mudana dan Ngurah Dwaja, 201418. 5. Pratyahara Pratyahara adalah penguasaan panca indra oleh pikiran sehingga apa pun yang diterima panca indra melalui syaraf ke otak tidak mempengaruhi pikiran. Panca indra adalah pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa dan peraba. Pada umumnya indra menimbulkan nafsu kenikmatan setelah mempengaruhi pikiran. Yoga bertujuan memutuskan mata rantai olah pikiran dari rangsangan syaraf ke keinginan nafsu, sehingga citta menjadi murni dan bebas dari goncangan-goncangan. Jadi yoga tidak bertujuan mematikan kemampuan indra. Untuk jelasnya mari kita kutip pernyataan dari Maharsi Patanjali sebagai berikut “Swa Viyasa Asamprayoga, Cittayasa Svarupa Anukara, Iva Indrayanam Pratyaharah, tatah Parana Vasyata Indriyanam” Terjemahan “Pratyahara terdiri dari pelepasan alat-alat indra dan nafsunya masing-masing, serta menyesuaikan alat-alat indra dengan bentuk citta budi yang murni. Makna yang lebih luas sebagai berikut pratyahara hendaknya dimohonkan kepada Sang Hyang Widhi dengan konsentrasi yang penuh agar mata rantai olah pikiran ke nafsu terputus” 6. Dharana Dharana artinya mengendalikan pikiran agar terpusat pada suatu objek konsentrasi. Objek itu dapat berada dalam tubuh kita sendiri, misalnya “selaning lelata” sela-sela alis yang dalam keyakinan Sivaism disebut sebagai “trinetra” atau mata ketiga Siwa. Dapat pula pada “tungtunging panon” atau ujung puncak hidung sebagai objek pandang terdekat dari mata. Para sulinggih pendeta di Bali banyak yang menggunakan ubun-ubun sahasrara sebagai objek karena di saat “ngili atma” di ubun-ubun dibayangkan adanya padma berdaun seribu dengan mahkotanya berupa atman yang bersinar “spatika” yaitu berkilau bagaikan mutiara. Objek lain di luar tubuh manusia misalnya bintang, bulan, matahari, dan gunung. Penggunaan bintang sebagai objek akan membantu para yogin menguatkan pendirian dan keyakinan pada ajaran Dharma, jika bulan yang digunakan membawa ke arah kedamaian batin, matahari untuk kekuatan jasmani, dan gunung untuk kesejahteraan. Objek di luar badan yang lain misalnya patung dan gambar dari dewa-dewi, guru spiritual, yang bermanfaat bagi terserapnya vibrasi kesucian dari objek yang ditokohkan itu. Kemampuan pengikut yoga melaksanakan dharana dengan baik akan dapat memudahkan yang bersangkutan mencapai dhyana dan samadhi, Mudana dan Ngurah Dwaja, 201419. Baca Sejarah Yoga dalam Ajaran Agama Hindu 7. Dhyana Dhyana adalah suatu keadaan di mana arus pikiran tertuju tanpa putus-putus pada objek yang disebutkan dalam Dharana itu, tanpa tergoyahkan oleh objek atau gangguan atau godaan lain baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Gangguan atau godaan yang nyata dirasakan oleh panca indra baik melalui pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap maupun peraba. Gangguan atau godaan yang tidak nyata adalah dari pikiran sendiri yang menyimpang dari sasaran objek dharana. Tujuan dhyana adalah aliran pikiran yang terus menerus kepada Sang Hyang Widhi melalui objek dharana. Lebih jelasnya Yogasutra Maharsi Patanjali menyatakan “Tantra Pradyaya Ekatana Dhyanam” terjemahannya, arus buddhi pikiran yang tiada putus-putusnya menuju tujuan Sang Hyang Widhi. Kaitan antara pranayama, pratyahara dan dhyana sangat kuat, dinyatakan oleh Maharsi Yajanawalkya sebagai berikut ”Pranayamair Dahed Dosan, Dharanbhisca Kilbisan,Pratyaharasca Sansargan, Dhyanena Asnan Gunan”. Artinya, dengan pranayama terbuanglah kotoran badan dan kotoran buddhi, dengan pratyahara terbuanglah kotoran ikatan pada objek keduniawian, dan dengan dhyana dihilangkanlah segala apa hambatan yang berada di antara manusia dan Sang Hyang Widhi. 8. Samadhi Samadhi adalah tingkatan tertinggi dari Astāngga yoga, yang dibagi dalam dua keadaan yaitu Samprajnatta samadhi atau Sabija samadhi, adalah keadaan di mana yogin masih mempunyai kesadaran. Asamprajnata samadhi atau Nirbija samadhi, adalah keadaan di mana yogin sudah tidak sadar akan diri dan lingkungannya, karena batinnya penuh diresapi oleh kebahagiaan tiada tara, diresapi oleh cinta kasih Sang Hyang Widhi. Baik dalam keadaan Sabija samadhi maupun Nirbija-samadhi, seorang yogin merasa sangat berbahagia, sangat puas, tidak cemas, tidak merasa memiliki apa pun, tidak mempunyai keinginan, pikiran yang tidak tercela, bebas dari “Catur Kalpana” yaitu tahu, diketahui, mengetahui, pengetahuan, tidak lalai, tidak ada ke-”aku”-an, tenang, tentram dan damai. Samadhi adalah pintu gerbang menuju moksa. Ini dikarenakan unsur-unsur moksa sudah dirasakan oleh seorang yogin. Samadhi yang dapat dipertahankan terus-menerus keberadaannya, akan sangat memudahkan pencapaian moksa, Mudana dan Ngurah Dwaja, 201420. “Yada Pancavatisthante, Jnanani Manasa Saha, Buddhis Ca Na Vicestati, tam Ahuh Paramam Gatim” Terjemahan “Bilamana panca indra dan pikiran berhenti dari kegiatannya dan buddhi sendiri kokoh dalam kesucian, inilah keadaan manusia yang tertinggi.” Katha Upanisad Demikian Astāngga yoga sudah dan semestinya dilaksanakan oleh umat sedharma. Dengan demikian moksa dan jagadhita yang dicita-citakan dapat terwujud sebagaimana mestinya, Mudana dan Ngurah Dwaja, 201421. Renungan Yajur veda “Pratena dikṡām āpnoti dikṣāya āpnoti dakṣiṇām, dakṣinā ṡraddhām āpnoti ṡraddhāya satyam āpyate”. Terjemahan “Melalui pengabdian kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran” Referensi Mudana dan Ngurah Dwaja. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Buku Siswa / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. — Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 190 hlm.; 25 cm Untuk SMA/SMK Kelas XI Kontributor Naskah I Nengah Mudana dan I Gusti Ngurah Dwaja. Penelaah I Wayan Paramartha. – I Made Sutrisna. Penyelia Penerbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Cetakan Ke-1, 2014 Kelas XI SMASMK 26 Gambar di atas hanyalah sebagian kecil dari gerakan-gerakan yoga yang terdapat dalam ajaran agama Hindu. Gerakan yang lainnya diharapkan dapat dipraktikkan dengan baik dan sungguh-sungguh oleh peserta didik dalam proses pembelajaran di setiap sekolah SMASMK. Jika yoga rutin dilakukan dalam kehidupan ini, kesejahteraan dan kebahagiaan pendidik dan peserta didik pada khususnya serta umat sedharma pada umumnya dapat terwujud. Uji Kompetensi 1. Coba sebut dan jelaskan sikap- sikap yoga yang dapat menyembuhkan macam- macam penyakit 2. Setelah mengetahui sikap- sikap dalam yoga, coba praktikkan sikap- sikap yoga tersebut 3. Apa pengaruh praktik yoga dalam kehidupan sehari- hari? 4. Buatlah rangkuman untuk masing-masing pokok bahasan berdasarkan sumber teks yang terdapat pada Bab 1 Yoga Menurut Agama Hindu materi pembelajaran ini, sesuai petunjuk khusus dari BapakIbu guru yang mengajar 5. Amatilah gambar berikut ini, dan jelaskan Sebelumnya diskusikanlah dengan orangtuamu di rumah. Gambar Raja Yoga 2 Sumber Dok. https sumber. Gambar Raja Yoga 2 sumber. dok. Yoga asanas Gambar Yoga Gabhsana Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti 27 Yajña dalam Mahabharata “Sahayajñāh prajāh sṛṣtvā puro vāsa prajāpatiá, anena prasavisyadhvam eṣa vo iṣtakhamadhuk”. Terjemahannya ”Pada zaman dahulu kala Prajapati Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dengan yajna dan bersabda; dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu ”. Bhagavad Gita, Setiap tindakan tanpa dilandasi keyakinan yang mantap, akan sia-sia. Demikian pula keyakinan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sraddha apnoti brahma apnoti, mereka yang memiliki iman yang mantap dapat mencapai dan bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa, demikian pula dalam melaksanakan yajna, mutlak dilandasi Sraddha keimanan atau keyakinan yang mantap. A. Pengertian dan Hakikat Yajña Perenungan “Ojaṡce me, sahaṡca me, ātmā ca me, tanūṡca me, ṡarma ca me, varma came, yajñena kalpantām.” Terjemahannya adalah. “Dengan sarana persembahan yajña, semoga kami memperoleh sifat-sifat yang berikut ini kemuliaan, kejayaan, kekuatan rohaniah, kekuatan jasmaniah, kesejahteraan dan perlindungan.” Yajur Veda Memahami Teks Kata yajña berasal dari bahasa Sansekerta, dengan akar kata ”yaj” berarti memuja, mempersembahkan, korban. Dalam kamus bahasa Sansekerta, kata yajña diartikan; upacara korban, orang yang berkorban yang berhubungan dengan korban yajña. Dalam kitab Bhagavad Gita dijelaskan, yajña artinya suatu perbuatan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran untuk melaksanakan persembahan kepada Tuhan. Gambar Memuja kebesaran Tuhan Sumber Dok. Pribadi sumber. dok pribadi Yoga purnadhanurasana Bab 2 Kelas XI SMASMK 28 Yajña berarti upacara persembahan kurban suci. Pemujaan yang dilakukan menggunakan kurban suci memerlukan dukungan sikap dan mental yang suci juga. Sarana yang diperlukan sebagai perlengkapan sebuah yajña disebut dengan istilah upakara. Upakara yang tertata dalam bentuk tertentu yang difungsikan sebagai sarana memuja keagungan Tuhan disebut sesajen. Upakara dapat diartikan memberikan pelayanan yang ramah tamah atau kebaikan hati. Dengan demikian sudah semestinya setiap upakara yang dipersembahkan hendaknya dilandasi dengan kemantapan, ketulusan dan kesucian hati, yang diwujudkan dengan sikap dan perilaku ramah tamah bersumber dari hati yang hening dan suci. Tata cara atau rangkaian pelaksanaan suatu yajña disebut upacara. Kata upacara dalam kamus Sansekerta diartikan mendekati, kelakuan, sikap, pelaksanaan, kecukupan, pelayanan sopan santun, perhatian, penghormatan, hiasan, upacara, pengobatan. Kegiatan upacara dapat memberikan ciri-ciri tersendiri bagi agama- agama tertentu, sekaligus membedakannya dengan agama-agama yang lainnya. Setiap agama memiliki tatanan tersendiri dalam melaksanakan upacaranya. Di dalam pelaksanaan upacara diharapkan terjadinya suatu upaya untuk mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta prabhawanya, kepada alam lingkungannya, para pitara, para rsi atau maha rsi dan manusia sebagai sesamanya. Wujud dari pendekatan itu dapat dilakukan dengan berbagai bentuk persembahan maupun tata pelaksanaan sebagaimana yang ditentukan dalam berbagai sastra yang memuat ajaran agama Hindu. Kesucian itu adalah sifat dari Tuhan Yang Maha Esa. Siapa pun orangnya bila berkeinginan mendekatkan diri dan berdoa ke hadapan Tuhan Yang Maha Suci, hendaknya menyucikan diri secara lahiriah dan bathiniah. Secara alamiah dunia beserta isinya harus bergerak harmonis, selaras, seimbang, dan saling mendukung. Agama Hindu mengajarkan umatnya selalu hidup harmonis, seimbang, selaras, dan saling mendukung. Gambar Upacara Sembahyang Sumber Dok. Pribadi sumber. dok pribadi Gambar upacara Sembahyang

coba sebutkan dan jelaskan sikap sikap dalam pelaksanaan yoga